Aktivis anti ranjau darat di Uganda terkejut saat menemukan bom yang
tidak meledak, digunakan sebagai lonceng di salah satu sekolah dasar.
Surat kabar “The Daily Monitor” melaporkan, sekitar 700 siswa
tengah belajar di sekolah Distrik Kasese itu. Menurut Winston Bwambale,
petugas jaringan anti ranjau, kita pemicu bom terkena pukulan,
dipastikan seluruh bagian sekolah hancur oleh bom berkekuatan besar itu.
Selama 20 tahun, Uganda dilanda perang saudara. Diyakini, masih banyak
bom tersebar di kawasan itu. (**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar