Jumat, 30 Maret 2012

Pasca Bentrok, Kampus YAI Diliburkan 4 Hari


foto: Catur/okezone
JAKARTA - Bentrok mahasiswa YAI dan UKI dengan aparat kepolisian berimbas kepada aktivitas perkuliahan mahasiswa YAI. Pasca bentrok, mahasiswa YAI akan diliburkan selama empat hari.

Hal itu dikatakan Otorita Kampus YAI, Nyoman Surma kepada wartawan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis kemarin. "Kami akan meliburkan mahasiswa sampai tanggal 3 April," kata Nyoman.

Nyoman menjelaskan alasan pemberian libur kepada mahasiswa ini, agar kondisi lebih tenang. "Tadi suasana kan panas, jadi perlu ada ketenangan sedikit," tuturnya.

Menurutnya aksi demo mahasiswa YAI ini, disulut oleh provokasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Secara kampus tidak mendukung, pribadi, dosen tidak pernah mendukung," imbuhnya.

Saat ditanyakan jika ada mahasiswa YAI yang ikut dalam aksi pengerusakan pos polisi, dan pembakaran, Nyoman menegaskan akan memberikan sanksi akademik terhadap mahasiswa yang bersangkutan. "Jenis sangsi akademik apa kita lihat nanti," tuturnya.

Mahasiswa Blokir Jalan ke Bandara, Penerbangan Lumpuh


Ilustrasi unjuk rasa mahasiswa (Foto: okezone/Risna Nur Rahayu)
Ilustrasi unjuk rasa mahasiswa
TERNATE - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali memblokir jalan menuju Bandara Sultan Babullah di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara.

Pantauan di lokasi, mahasiswa sudah memblokir Jalan Batu Angus di depan bandara sejak Jumat (30/3/2012) pukul 08.00 WIT. Hingga pukul 10.30 WIT pemblokiran masih berlangsung. Bahkan peserta unjuk rasa siang ini makin bertambah.

Menurut informasi, masih ada mahasiswa dari lima kampus asal Kelurahan Gambesi, Kecamatan Kota Ternate Selatan yang akan bergabung. Aksi unjuk rasa mahasiswa di Ternate hari ini dipusatkan di Bandara Sultan Babullah.

Mahasiswa berorasi bergantian. Sebagian mahasiswa mencoret aspal jalan menuju bandara bertuliskan penolakan penaikan harga BBM dan desakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono mundur karena gagal menyejahterakan rakyat.

Sementara itu ratusan aparat Brimob Polda Malut dan TNI Kodam 732/Banao Ternate berjaga di pintu gerbang bandara.

Sempat terjadi aksi saling dorong dan saling pukul antara mahasiswa dengan polisi. Aparat menghalangi mahasiswa yang berencana kembali menduduki landasan pacu bandara.

Menurut informasi di lokasi ratusan anggota TNI Kodam 732/Banao bersenjata laras panjang sudah menjaga landasan pacu untuk mengantisipasi aksi pendudukan mahasiswa.

YAI : 1 Mahasiswa & Satpam Tertembak Peluru Karet

JAKARTA- Pihak Otoritas Kampus YAI, Nyoman Surma mengatakan satu mahasiswanya mengalami luka tembak peluru karet dalam aksi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) kemarin malam di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

"Satu orang terluka tertembak peluru karet dan kondisinya sudah stabil," katanya saat dihubungi okezone, Jumat (30/3/2012).

Selain mahasiswa, ada juga satpam yang terkena tembakan peluru karet dan kondisinya juga sudah stabil.

"Keluarga sudah mengunjungi sejak malam," katanya kembali.

Dirinya mengaku menyayangkan aksi demonstrasi yang disertai dengan bentrokan dengan aparat kepolisian. Sementara itu kondisi di kampus YAI menurutnya sudah kondusif.

Kelompok Bersenjata Tewaskan 7 Jiwa


(Foto: Reuters)
(Foto: Reuters)
ISLAMABAD - Sekelompok pria dilaporkan menembak mati enam orang dalam sebuah serangan di barat daya Pakistan. Salah satu korban tewas diketahui adalah karyawan lokal Badan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (WHO).

"Sekelompok orang bersenjata menembaki mobil yang membawa staf PBB ketika mobil itu melalui Distrik Mastung, Provinsi Baluchistan dan menewaskan dua orang," ujar petugas kepolisian Pakistan Rustam Khan seperti dikutip Associated Press

PBB sendiri telah mengakui bahwa dua stafnya yakni seorang pekerja proyek dan supir tewas dalam serangan itu, sementara satu orang lainnya dilaporkan terluka.

Dalam kejadian terpisah sekelompok pria dilaporkan juga menembak mati empat umat Muslim Syiah.

"Empat penganut Syiah ditembak mati dalam sebuah pertikaian antara kelompok umat Syiah dan Sunni," ujar petugas polisi Shaukat Khan.

Sejak puluhan tahun lalu Provinsi Baluchistan telah dihadapkan pada berbagai bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok militan yang menuntut otonomi bagi wilayah itu.

Provinsi ini juga diketahui menjadi basis bagi sejumlah kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban, termasuk diantaranya kelompok pimpinan Mullah Omar. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan ini

Pesawat Pengebom AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan


Pesawat tak berawak AS (Foto: Reuters)
Pesawat tak berawak AS (Foto: Reuters)
ISLAMABAD - Sebuah pesawat pengebom tak berawak milik Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan rudal ke basis pertahanan militan Pakistan di Miranshah. Empat militan tewas dalam serangan ini.

Misil-misil dari pesawat pengebom AS itu dilesakan ke sebuah rumah yang berada di sekitar wilayah pasar di Miranshah, Waziristan Utara. Pihak pejabat militer Pakistan menilai wilayah itu ada tempat persembunyian kelompok Taliban dan Al Qaeda.

"Dua misil mengenai sebuah rumah dan empat anggota militan tewas," ucap seorang pejabat militer Pakistan seperti dikutip AFP, Jumat (30/3/2012).

Saksi melihat serangan itu memicu terjadi api yang melalap rumah itu. Sementara letak rumah itu berada di dekat sebuah tempat penukaran valuta asing yang berada di distrik komersial Miranshah. 

Selain menewaskan empat orang, dua orang lainnya dikabarkan turut terluka dalam kejadian ini.

Wilayah Waziristan dikenal sebagai tempat pertahanan dari kelompok Taliban Pakistan. AS menilai daerah itu amat penting karena menjadi penghubung Taliban dan Al Qaeda di Afghanistan.

Pakistan sendiri mendesak AS untuk menghentikan operasi pesawat pengebom tak berawak milik AS di wilayah udara mereka. 

Pakistan melihat bahwa serangan pesawat itu kerap kali mengenai warga sipil yang tidak bersalah dan melanggar kedaulatan negara tetangga India tersebut.

Demo di DPR, Buruh Janji Tidak Anarkistis

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi
JAKARTA - Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Buruh berjanji akan menyampaikan aspirasi secara damai.

"Saya sudah instruksikan demo hari ini adalah unjuk rasa damai dan tidak boleh anarkis," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dalam pesan singkat kepada okezone, Jumat (30/3/2012).

Rencananya, kata dia, ribuan buruh akan memadati gedung DPR siang nanti. Mereka akan bergerak dan melakukan long march dari Parkir Timur Senayan menuju Gedung DPR.

"Kita akan mengawal keputusan dewan terkait rencana pemerintah menaikan harga BBM," tegasnya.

Kendati berjanji tidak akan anarkistis, Andi juga meminta kepada aparat untuk tidak bertindak represif dalam menjaga aksi unjuk rasa. Menurutnya, buruh akan lebih simpatik jika aparat bertindak secara persuasif.

"Karena ini adalah Hak Demokrasi yang dilindungi undang-undang," cetusnya.

Buruh akan bergerak menuju Gedung DPR sekira pukul 10.00 WIB. Informasi yang diterima okezone, hari ini, sekira sembilan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat akan berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Mereka akan berkumpul di beberapa titik seperti Bundaran Hotel Indonesia, depan Gedung DPR dan depan Istana Merdeka.
Kamis, 29 Maret 2012

SBY Minta Demonstran Tak Bongkar Apa yang Dibangun Bangsa

Seoul,

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau para pengunjuk rasa agar tetap tertib dan jangan membongkar apa yang telah dibangun oleh bangsa.

Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu di akhir kunjungan kerjanya di Korea Selatan, Kamis, untuk menanggapi aksi penolakan terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Kalau ada saudara kita yang berunjuk rasa, itu hak politik mereka, saya hormati. Kalau unjuk rasa tetap tertib. Jangan membongkar apa yang telah kita bangun," katanya.

Ia kemudian mengajak para elit memiliki pikiran yang sama terkait keputusan sulit pengurangan subsidi minyak tersebut. "Tidak benar yang di luar kekuasaan melawan apa saja yang sedang dilakukan yang memerintah," katanya.

Presiden meyakini bahwa kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi sebagai kebijakan yang benar dan pada akhirnya akan melindungi rakyat. "Saya sampaikan beberapa kali. kebijakan ini tidak populer, dan saya akan jadi korban lagi. Tapi ini diputuskan bukan tanpa tujuan," katanya.

Ia menilai harus ada solusi dan kebijakan baru guna mengatasi meroketnya harga minyak dunia. "Ini yang kami tawarkan ke negeri ini. Jadi tidak boleh direduksi jadi naik turunnya BBM, tapi lihatlah pada upaya untuk meningkatklan ekonomi, juga ada upaya penyelamatan masyarakat yang lemah dalam hal ekonomi," ujarnya.

Presiden menegaskan kebijakan tersebut merupakan keputusan yang benar dan tidak asal-asalan serta pada akhirnya akan melindungi rakyat. "Yang kaya jangan ikut-ikutan menikmati BBM yang murah," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir muncul aksi unjuk rasa di sejumlah daerah menolak rencana pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak. Kunjungan Presiden ke Kores Selatan merupakan rangkaian dari kunjungan kerja delapan harinya, 22-29 Maret ke Beijing, Hongkong dan Seoul. Presiden beserta rombongan dijadwalkan tiba di tanah air pada Kamis (29/3) sore.
 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.