5 Jenis Sup Unik

Minggu, 15 April 2012

Share This Article On :
Tahukah anda jika sup komersial yang sekarang banyak dikemas dalam bentuk kaleng, menjadi populer setelah penemuan di pengalengan pada abad-19. Sup adalah makanan yang dibuat dengan menggabungkan bahan-bahan seperti daging, sayuran, bumbu dan air. Sup panas tambahan dicirikan oleh bahan padat dalam cairan mendidih di panci sampai rasa yang diambil membentuk kaldu. Secara tradisional sup diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yaitu sup bening dan sup kental.
Sup konon sudah ada sejak 6.000 sebelum masehi. Didih adalah bukan teknik memasak umum, sampai penemuan wadah tahan air yang terbuat dari tanah liat atau kantong dari kulit binatang. Sup dapat dibuat dari kaldu atau bentuk cair. Sup sendiri berasal dari Perancis yaitu soupe. Dalam bahasa Latin sup disebut juga suppa dengan sepotong roti yang digunakan untuk menyerap sup atau bumbu cair rebusan.
Seiring dengan berkembangnya wisata kuliner, sup pun mendapat sentuhan variasi. Di sejumlah negara termasuk beberapa daerah di Indonesia, sup dibuat dengan berbagai bahan makanan. Berikut sejumlah tayangan tentang sup unik namun patut untuk dicoba untuk menu makanan harian.

1.   Sup Singkong, Cassava Soup
Kedengarannya memang sedikit aneh. Singkong yang biasanya dibuat combro, kolak rebus, camilan singkong keju dan getuk, ternyata bisa menjadi salah satu bahan untuk membuat sup. Meski kedengaran aneh, namun rasa dari sup singkong ini sangat lezat, mengenyangkan dan juga bikin sehat. Meski ada restoran di Jakarta yang menyajikan menu ini, namun cassava soup atau sup singkong adalah jenis makanan tradisional masyarakat Liberia. Beberapa negara di Afrika juga ada yang mengenal jenis makanan ini.
Di negara asalnya Liberia, sup singkong terdiri atas rebusan cabai berbasis daging dengan singkong ubi dan kentang manis. Cara makannya bisa dilakukan secara langsung atau dikombinasikan dengan nasi. Daging yang ada dalam sup ini lebih berperan sebagai bumbu daripada sebagai protein. Campuran sumber karbohidrat adalah faktor penting dalam pembuatan sup singkong ini.
Salah satu restoran di Jakarta juga menjadikan cassava soup sebagai menu andalannya. Meski cara memasak, penyajian hingga rasanya berbeda dengan yang ada di Liberia, namun sup ini bisa menjadi alternatif pangan pengganti nasi. Bahkan menurut pemilik sekaligus pengelola restoran ini, mantan wakil presiden Jusuf Kalla bersama keluarga pernah datang dan mencicipi menu sup singkong hinga menjadi makanan favoritnya.



Sup Singkong, Cassava Soup




2.   Sup Ikan
Presiden Amerika Serikat pernah dikritik ketika berada di San Fransisco California. Saat itu Obama memesan satu porsi sup sirip ikan hiu di sebuah restoran Cina. Sup ikan hiu ini memang banyak dikecam para pemerhati lingkungan karena bisa mengurangi populasi ikan laut tersebut.  Sup ikan sebenarnya tidak hanya ada di luar negeri. Sejumlah daerah di Indonesia juga memiliki resep makanan sup ikan. Daerah yang terkenal dengan sup ikannya adalah Batam dan Makassar. Kendati demikian, hampir seluruh wilayah yang dekat dengan perairan memiliki resep sup ikan.
Berikut bahan dan cara pembuatan sup ikan Batam dengan kuah bening yang terkenal kelezatannya. Pertama 350 gram ikan kakap dengan tulangnya, 500 mililiter air, satu ikat ikan sayur asin. Ambil batangnya saja dan potong sekitar tiga senti. Kemudian empat buah tomat hijau kecil. Bumbu yang dibutuhkan terdiri dari tiga siung bawang putih, tiga buah kemiri, satu sendok makan ebi, satu sendok makan teri medan. Semua bumbu digoreng dan dihaluskan. Siapkan pula 4 sendok teh kecap ikan, satu sendok teh gula pasir, garam serta lada. Jangan lupa cabai rawit iris dengan kecap asin sebagai pelengkap.
Cara memasaknya, didihkan air kemudian masukan bumbu halus. Setelah itu masukan ikan. Tambahkan kecap ikan dan gula pasir, garam serta lada. Masak hingga ikan matang dan kuah jernih. Sesaat sebelum diangkat, masukan tomat dan batang sayur asin. Hindangkan dengan pelengkapnya.



Sup Ikan




3.   Sup Kambing
Mengulas sup yang satu ini bikin perut lapar. Siapa yang tak kenal dengan sup kambing. Meski ada dua jenis sup kambing, yaitu sup bening dan kental, namun sup yang satu ini tetap menjadi menu makan favorit sebagian orang. Sup kambing yang terkenal berasal dari Jakarta. Kuah bersantan dengan bumbu rempah-rempah membuat aroma sup menggugah selera makan. Menyantap sup kambing Betawi sangat pas jika dilakukan malam hari. Apalagi bagi sebagain orang yang percaya jika sup kambing bisa meningkatkan stamina dan membangjkitkan gairah.

Cara memasak dan penyajian sup kambing kental bersantan berbeda dengan sup lainnya. Daging, sayuran dan penyedap lainnya tidak dimasukan ke dalam kuah atau sup pada saat di masak. Daging kambing hanya direbus hingga matang. Setelah itu, daging yang akan dimakan dipotong-potong sebelum dimasukan ke dalam mangkuk. Daging bersama penyedap lain dalam mangkuk kemudian disiram dengan kuah bersantan yang tentunya mengandung kaldu kambing plus ditambah minyak samin. Tinggal menambahkan kecap serta sambal, sup kambing siap disantap. Hmmmm yummmy.
Sementara itu, untuk sup kambing dengan kuah bening, cara memasaknya tidak berbeda dengan sup di Indonesia pada umumnya. Sup dengan bahan utama sayuran seperti wortel, kentang dan buncis, hanya ditambah dengan daging kambing.



4.   Sup Krim, Cream Soup
Bentuknya lembut dengan rasa yang gurih membuat sup krim paling enak dimakan pada saat masih hangat. Bahkan ketika tubuh kurang sehat atau pemulihan, sup krim bisa membangkitkan selera makan. Begitu juga ketika cuaca dingin atau sehabis kehujanan, sup krim dengan rasa lezat bisa memberikan kehangatan pada tubuh. Taburan keju dan keripik kentang melengkapi kelezatannya. Makanan lain yang bisa menjadi pelengkap sup krim adalah roti atau kue bolu asin.
Pada beberapa dekade terakhir, sup krim atau cream soup menjadi sangat populer. Bahkan, pada saat ini Zuppa Soup yang berasal dari Italia kerap menjadi salah satu hidangan pesta pernikahan. Sup krim bisa menggunakan berbagai bahan makanan seperti jagung, kentang, brokoli, tomat, wortel, bayam atau lainnya. Yang jelas makanan ini enak disantap pada saat masih hangat. Soal rasa, bisa divariasikan ke dalam beberapa jenis, seperti keju, kaldu ayam, sapi atau lainnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.