"Angkot Perlu Insentif Agar Tidak Naik Diam-Diam"

Jumat, 30 Maret 2012

Share This Article On :
Ilustrasi. Foto: Okezone.
Ilustrasi. Foto:
JAKARTA - Pemerintah menilai angkutan umum (angkot) perlu diberikan insentif untuk bertahan. Hal ini, dilakukan mengingat rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April nanti.

"Sepanjang itu (insentif) make sense . Sebab gini, kita harus mendukung dia, agar dia punya kendraan angkutan baru yang baik dan nyaman," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat kala ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, semalam.

Untuk ini, lanjut Hidayat, insentif tersebut diperlukan agar aturan dari tarif yang berlaku bisa diterapkan dengan baik. "Agar dapat mengembalikan modalnya dalam kurun waktu tertentu hanya dengan cara begitu maka usaha di sektor angkutan umum bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Menurut Hidayat, jika memang insentif tidak diberikan, maka jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi maka sektor angkutan umum hanya menjadi tambal sulam atau trial error seperti saat ini. "dan akhirnya mereka menaikkan tarifnya diam-diam," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo sudah sepakat dengan dia agar Oraganisasi Angkutan Darat (Organda) diberi kemudahan revitalisasi kendraan yang tua-tua dan boros bensin.

Untuk itu, pihaknya akan memberikan pembebasan bea masuk untuk impor komponen. Lebih jauh Hidayat mengungkapkan, dirinya menawarkan pada Menteri Keungan agar dalam setiap pembelian alat angkut baru itu bunganya di subsidi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.