Iran Kekuatan Dominan di Teluk Persia

Minggu, 22 April 2012

Share This Article On :
AL Iran (Foto: Press TV)
AL Iran (Foto: Press TV)
TEHERAN - Komandan Korps Angkatan Udara (AU) Garda Revolusi Iran Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan Pulau Abu Musa yang diklaim oleh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai wilayahnya merupakan bagian kedaulatan yang tidak terpisahkan dari Iran.

"Pulau Abu Musa dan dua pulau lainnya yang diakui oleh UEA sebagai wilayahnya merupakan bagian yang tidak terpisah dari Iran. Oleh karena itu klaim dari Kepala Negara Arab tertentu dinilai tidak berdasar dan sangat memprihatinkan," ujar Komandan Korps AU Garda Revolusi Iran Jenderal Amirali Hajizadeh dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Iran, IRNA, yang dikutip Trend Minggu, (22/4/2012).

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, hadir pula Komandan Korps Angkatan Laut (AL) Garda Revolusi Iran Jenderal Ali Fadavi. Menyikapi situasi yang terus memanas di kawasan Teluk Persia Jenderal Fadavi dengan mengatakan, Iran saat ini tidak hanya menjadi penjaga, namun juga menjadi kekuatan dominan di kawasan Teluk Persia.

"Selama delapan tahun berlangsung Perang Suci Iran-Irak, Irak berusaha untuk menghentikan ekspor minyak Iran. Namun, Teheran membuktikan dapat melindungi keamanan regional dan mengontrol jalur transportasi kapal tanker minyak," ujar Komandan Koprs AL Garda Revolusi Iran Jenderal Ali Fadavi.

Jenderal Fadavi juga menyorot sikap Amerika Serikat (AS) yang meremehkan Teheran dengan mengatakan, Iran tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan kode pesawat mata-mata AS yang jatuh di wilayahnya beberapa waktu lalu.

"Kita justru dengan mudah dapat memecahkan kode pada pesawat mata-mata AS serta menggagalkan misi yang diembannya," tambah Jenderal Fadavi.

Ditambahkan pula oleh Jenderal Hajizadeh, kini negaranya telah mampu memproduksi sistem radar jarak pendek dan jarak jauh. Tidak hanya memproduksi, kini Iran juga telah mengekspor sistem radar tersebut.

"Kementerian Pertahanan Iran kini telah memproduksi sistem rudal dengan jangkauan 500 kilometer dan penelitian tentang rudal dengan rentang jarak antara 1.000 sampai dengan 1.500 pun telah selesai sehingga dapat segera diproduksi. Perang suci telah membuat kami dijatuhi sanksi, namun kini kami mampu melakukan swasembada senjata," ujar Jenderal Hajizadeh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.