Pakai Ilmu Hitam, Polisi Sulit Tangkap Pelaku Pembunuhan

Minggu, 22 April 2012

Share This Article On :
Ilustrasi (Foto: okezone)
Ilustrasi (Foto: okezone)
BULUKUMBA- Aparat kepolisian sektor (Polsek) Kecamatan Bulukumpa dibantu Polres Bulukumba, masih melakukan pengejaran terhadap pembunuhan, yang bernama Nawir (62), di Jalan Andi Oddang, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa.
   
Polsek Bulukumpa mengaku kesulitan menangkap pelaku pembunuhan terhadap, Jumalang (57), karena sedang melarikan diri ke hutan. Warga setempat berharap pelaku segera ditangkap sebab dikhawatirkan akan kembali beraksi dan menelan korban.
   
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bulukumba AKP Andi Alimuddin mengaku, pihaknya masih sulit menangkap pelaku karena sedang tidak ada ditempat, pelaku melarikan diri ke hutan. "Sehingga pihak kepolisian masih sulit menangkap pelaku. Namun, polisi terus melakukan pengejaran," ungkap Alimuddin.
   
Menurutnya, pelaku pembunuhan sulit ditangkap karena memiliki ilmu hitam. Buktinya, ketika saat akan ditangkap langsung menghilang dan tidak diketahui jejaknya sehingga polisi susah menangkapnya. "Kita akan terus kejar karena dikhawatirkan jangan sampai kembali beraksi. Apalagi, pelaku menderita penyakit jiwa," tuturnya.
   
Dijelaskan, karena aparat Polsek Bulukumpa kesulitan sehingga Polres bersama TNI di Kecamatan turut mencari pelaku. Hanya saja, hingaa saat ini, belum berhasil menangkap karena ketika akan menembakinya Nawir langsung menghilang ditempat. "Kami belum bisa pastikan kapan bisa ditangkap. Yang jelas polisi akan terus mengejar," janjinya.
   
Diketahui, Nawir telah menewaskan Jumalang dengan cara menebasnya parang dibagian dada. Jumalang yang sedang tidur lelap di rumahnya tidak bisa berbuat banyak hingga menghembuskan nafas terakhir. Selain Jumalang juga anaknya bernama Misra dan menantunya ikut ditebas parang. Misra terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum di Makassar karena menderita luka cukup serius disekucur tubuhnya.
   
Ilham, salah seorang warga Bulukumpa mengungkapkan, bahwa sebagian besar warga yang berada di Kelurahan Jawi-jawi, Pakombong, Desa Tibona, Balangriri, Kelurahan Ballasaraja dan beberapa desa di Kecamatan Bulukumpa memilih menutup pintu rumahnya saat siang hari. "Warga di sini trauma dan mulai ketakutan dan memilih menutup pintu disiang hari," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.