Penyebab General Protection Fault dan Cara Memperbaikinya

Senin, 02 April 2012

Share This Article On :
Komputer restart secara otomatis dan muncul pesan General Protection Fault. Apa itu General Protection Fault (GPF)? GPF atau General Protection Fault adalah pesan kesalahan yang dihasilkan oleh Microsoft Windows yang menunjukkan bahwa program yang digunakan mencoba untuk mengakses sebagian dari memori yang tidak valid atau sudah digunakan. General Protection Fault ini bisa menyebabkan komputer kamu restar secara otomati. Terus apa yang menyebabkan munculnya General Protection Fault ini?

Beberapa hal yang menyebabkan General Protection Fault

- Program ini belum diprogram dengan benar atau masih dalam pengujian dan memanggil porsi yang tidak valid dari memori.

- Program yang digunakan memanggil bagian dari memori ternyata sudah digunakan oleh program lain atau TSR.

Penyebab GPF dan Cara untuk memperbaikinya

- Kerusakan memori atau perangkat keras lainnya: Jika Anda telah mengikuti semua rekomendasi di atas dan terus mengalami GPFs besar kemungkinan hardware di dalam komputer jadi penyebabnya. Seringkali memori rusak adalah penyebab utama dari GPFs acak.

- Masalah Sistem Operasi: Hal ini dimungkinkan juga karena Windows atau file Windows yang ditimpa menyebabkan kesalahan GPFs. Paling umum General Protection Fault terjadi pada Explorer dan KRNL386.EXE. Jika memang sudah buntu, instal ulang Windows untuk mengatasi masalah tersebut.

- Disable Power Management dan screen saver: Jika komputer mengalami GPFs ketika anda jauh dari komputer atau selama jangka waktu ketika komputer Anda tidak aktif, non-aktifkan Power Management dan screen saver untuk memastikan bahwa bukan mereka yang menyebabkan masalah.

- Nonaktifkan cache eksternal: Jika CPU Anda menggunakan Cache eksternal non-aktifkan sementara untuk memverifikasi apakah itu yang menyebabkan kesalahan GPF. Jika tersedia, Anda dapat menonaktifkan cache eksternal Anda melalui CMOS Setup.

- Remove Perangkat Lunak Atau Perangkat Keras yang baru anda pasang: Jika Anda baru saja menginstal software baru atau hardware, silahkan lepaskan dan instal ulang perangkat lunak/perangkat keras untuk memverifikasi itu tidak menyebabkan masalah pada komputer.

- Pastikan Disk komputer Anda masih lebih dari 200 MB tersedia: Jika komputer Anda kehabisan ruang hard disk, file swap Windows akan tidak dapat bertambah besar bila diperlukan, menyebabkan program yang akan bertukar antara memori dan hard disk drive lebih sering. Ketika ini terjadi maka lebih mungkin bahwa GPF dapat terjadi.

- Jalankan ScanDisk dan Defrag: Jalankan Scandisk dan Defrag pada hard disk drive seperti yang seharusnya karena mungkin hard disk memiliki masalah yang menyebabkan file swap atau file data menjadi korup atau tidak valid.

- Hapus Semua Program temporary files: Hapus semua file-file sementara yang mungkin masih berada pada drive hard disk dari program yang sedang atau sebelumnya berjalan.

- Remove semua TSRs - Terminate-and-stay-resident: Nonaktifkan atau remove setiap TSRs atau program yang sedang berjalan yang diduga menyebabkan GPF. TSR adalah program software yang tersimpan dalam memori sampai dibutuhkan, dan kemudian melakukan beberapa fungsi. Sebuah contoh dari TSR adalah sebuah Scanner Virus, yang harus tetap dimuat dalam memori untuk membantu melindungi komputer Anda dari virus komputer.

Semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.