Bayi Embrio Beku Puluhan Tahun Dilahirkan

Senin, 30 April 2012

Share This Article On :


Quote:
Melestarikan embrio dengan proses pembekuan sudah menjadi hal yang biasa dalam perawatan kesuburan. Proses ini memungkinkan seorang wanita untuk mencoba melipat-gandakan siklus tanpa harus berulang-kali menciptakan embrio-embrio baru.

Kini, para ilmuwan telah mengumumkan bahwa seorang bayi laki-laki telah dilahirkan oleh seorang wanita 42 tahun, setelah mengadopsi satu embrio dari pasangan suami-isteri yang telah dibekukan sejak 20 tahun silam.



Sebelumnya embrio tertua yang sukses dibekukan hanya berusia 13 tahun.


Pasangan yang memberikan embrio tersebut telah membentuk keluarga mereka sendiri dan dengan tidak menyebut nama menawarkan sisa embrio beku mereka untuk pasangan lain.


Anak-anak itu semuanya merupakan saudara kandung biologis walaupun telah terpisah selama 20 tahun.



Kasus ini telah ditulis oleh para dokter dari sekolah medis Eastern Virginia dalam jurnal Fertility dan Sterility.


Dr. Sergio Oehninger kepada Sunday Times mengatakan, "Kami tidak berpikir tentang apakah embrio tersebut dibekukan selama 40 tahun. Kami hanya mengharapkan sebuah generasi baru dengan menggunakan embrio dari generasi yang lebih tua."


Membekukan embrio merupakan suatu metode lain, dimana wanita dapat mempertahankan kesuburan mereka selama bertahun-tahun melalui pembekuan telur dan dengan tekhnik yang baru diperkenalkan lewat pembekuan jaringan ovarium.


Donasi inter-generasi telah diangkat sebagai suatu kemungkinan.


Pada 2007, seorang ibu membekukan beberapa sel telurnya agar dapat digunakan oleh puterinya yang berusia 7 tahun yang nampak kurang subur akibat kondisi medis.


Jika gadis itu menggunakan telur tersebut, dia dipastikan akan secara efektif melahirkan saudaranya sendiri.


Tahun lalu seorang bayi perempuan telah lahir dari sperma yang telah dibekukan selama 22 tahun.


Dalam teori, material ini dapat dibekukan tanpa batas waktu dan hukum Inggris membolehkan menyimpan embrio selama 55 tahun.


Di Inggris, sebagaian besar embrio yang dibekukan digunakan oleh pasangan penciptanya, dihancurkan atau didonasikan untuk kepentingan riset. Hanya beberapa yang menawarkan untuk diadopsi karena sejumlah aturan dianggap dapat melacak orang tua biologis mereka yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.