KENAPA "ADVENTUROUS SEX" HARUS DICOBA

Senin, 30 April 2012

Share This Article On :
Waktu baru menikah, bercinta rasanya luar biasa. Anda bisa melakukannya nyaris setiap hari. Setelah lima atau tujuh tahun menikah, semangat mulai mengendur. Hubungan intim sudah nggak asyik lagi karena sekadar menjadi kewajiban. Bercinta akan dilakukan "selagi sempat", atau "kalau tidak capek". Kehadiran anak makin menjadi alasan untuk menghindari seks.

Adventurous sex akan meningkatkan keyakinan diri akan performa seksual Anda.

Untunglah, terkadang Anda masih punya keinginan untuk membuat seks menjadi seperti saat masih pengantin baru. Anda ingin kembali melakukan adventurous sex bersama suami, apapun yang di luar rutinitas seks. Entah itu posisi baru, lokasi yang baru, atau gaya yang baru.

Di luar urusan semangat yang mulai mengendur, seks yang di luar kebiasaan memang layak dicoba. Selain membuat Anda kembali bersemangat di atas ranjang, melakukan adventurous sex akan meningkatkan keyakinan diri Anda akan performa seksual Anda.

"Melakukan sesuatu yang berbeda, entah sukses atau tidak saat dilakukan, akan meningkatkan kepercayaan diri Anda dan akan membuat Anda lebih sering memberanikan diri untuk keluar dari zona kenyamanan," jelas Trina Read, penulis Till Sex Do Us Part: Make Your Married Sex Irresistible.

Banyak bereksperimen juga akan mempercepat dorongan seks Anda. "Ketika Anda berusaha masuk ke area yang belum pernah dijelajahi, hal itu akan tertanam dalam memori Anda," lanjut Read. Dan semakin Anda memikirkan tentang seks, semakin sering Anda menginginkannya.

Nah, sekarang, bagaimana cara mengajak suami melakukan adventurous sex ini? Mengusulkan memakai alat peraga seks saja rasanya menakutkan. Tenang, banyak perempuan lain merasakan hal yang sama.

"Banyak perempuan yang ingin bereksperimen dengan pasangannya, tetapi tidak tahu cara mengungkapkannya," kata Amy Levine, pengajar seksualitas bersertifikat di New York City.

Menurutnya, kaum perempuan umumnya juga takut menyinggung perasaan pasangannya, atau khawatir suami jadi merasa dianggap tak mampu memuaskan sang istri, atau menilai sang istri atau mempertanyakan darimana Anda mendapat ide untuk memakai sex toys.

Levine menyarankan untuk melakukan pendekatan yang relatif lebih lunak, misalnya, "Aku baru saja membaca tentang ... di majalah atau buku. Kamu tertarik nggak?" Cara lain adalah dengan menuliskan lima hal erotis yang ingin Anda coba, lalu minta si dia melakukan hal yang sama. Setelah itu, bandingkan kedua keinginan Anda. Kalau ada satu atau dua hal yang ternyata juga diinginkan suami (atau sebaliknya), artinya Anda berdua layak mencobanya.

Setelah Anda sukses menjalankan trik ini, tuliskan lagi hal-hal erotis lain yang baru terpikir oleh Anda berdua. Coba bandingkan dengan keinginan pasangan, apakah ada perkembangan baru darinya? Dengan cara ini, Anda akan selalu tergugah untuk mencoba hal-hal yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Media Pengetahuan All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.